Tampilkan postingan dengan label RELIGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RELIGI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 April 2016

3 kedudukan SABAR

3 Kedudukan Sabar

Posted on Oktober 24, 2015 by  Ustadz Ma'ruf Khozin

Kalam Ahlul Ilmi :

الصبر على ثلاث مقامات، الأولى ترك الشكوى ويسمى الصبر الجميل وهى درجة التائبين، الثانية الرضى بالمقدور وهى درجة الزاهدين، الثالثة المحبة بما يصنع به المولى وهى درجة الصديقين. (عن بعض أهل العلم).

Sabar itu mempunyai tiga kedudukan:

1- Meninggalkan keluhan, diberi nama sebagai “sabar yg indah” dan ia adalah kedudukan orang2 yg bertaubat.

2- Ridho dengan ketetapan yg diberi, dan ia kedudukan orang2 yg zuhud.

3- Suka dengan apa yg Allah perbuat kepadanya, dan ia kedudukan orang2 yg benar.

Berkata sebagian ahlu ma’rifat (ahlu Ibadah) :

الصبر له باب مفتوح إلى الثناء، والثناء له باب مفتوح إلى العطاء، والعطاء له باب مفتوح إلى الجزاء، والجزاء له باب مفتوح إلى البقاء، والبقاء له باب مفتوح إلى اللقاء “وجوه يومئذ ناضرة إلى ربها ناظرة” ومن نظر إلى الله فقد رضى الله عنه. (عن بعض العارفين).

Kesabaran itu mempunyai pintu yg terbuka sampai kepada “Pujian”, dan kepujian mempunyai pintu yg terbuka hingga kepada “Pemberian”, dan pemberian mempunyai pintu hingga kepada “Pembalasan”, dan pembalasan mempunyai pintu yg terbuka hingga ke “Ketetapan”, dan ketetapan mempunyai pintu yg terbuka hingga ke “Pertemuan”, (wajah-wajah orang beriman pada hari itu akan berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat) QS:AlQiyamah:22-23. Dan barangsiapa memandang Allah, sesungguhnya Allah akan ridho kepadanya.

(Nuzhatul Majaalis, Imam Abdurrahman bin Abdus-Salam)
     SANTRI.NET

Semoga bermanfaat..

Sabtu, 02 April 2016

Iman Kepada TAKDIR


Makna iman kepada TAKDIR

Taqdir adalah kehendak Allah ﷻ yang sesuai dengan apa yang telah Allah ﷻ tentukan (qodho’ ) sejak zaman azaliy.

Taqdir baik dan buruk adalah rukun keenam yang wajib kita imani

Nabi Muhammad ﷺ pernah didatangi oleh malaikat Jibril dan bertanya kepada beliau, diantara pertanyaan Jibril kepada Nabi Muhammad ﷺ adalah : wahai Muhammad beritahu aku tentang iman ?
Maka Nabi Muhammad ﷺ menjawab : hendaknya kamu beriman kepada Allah ﷻ , beriman kepada malaikat-malaikatnya, beriman kepada kitab-kitabnya, beriman kepada rasul-rasulnya, beriman kepada hari akhir dan beriman kepada taqdir baik dan buruknya.
Maka Jibril berkata : kamu benar terhadap apa yang telah kamu beritahukan kepada-ku.

Yang dimaksud dengan beriman kepada ” taqdir baik dan buruknya ” adalah hendaknya kamu meyakini dan membenarkan bahwa Allah ﷻ telah mentaqdirkan baik dan buruknya makhluk sebelum menciptakan makhluk, dan sesungguhnya semua kejadian baik yang telah terjadi maupun yang akan terjadi itu semua sebab qodho’, sebab taqdir dan kehendak Allah ﷻ.

Taqdir adalah perkara yang ghaib yang berhubungan dengan iman bukan ilmu yang harus dibahas, taqdir ibarat lautan yang dalam maka janganlah anda menyelaminya, taqdir ibarat lorong yang sangat gelap maka janganlah kamu melewatinya.

Assalafuna- assholeh pernah menjawab pertanyaan seseorang yang mengenai qodho’ dan qodar, mereka menjawab : hendaknya kamu faham dan mengetahui bahwa apa yang mengena kepada kamu ( yang telah dicatat oleh Allah swt untuk kamu ) maka tidak akan meleset dari kamu, dan apa yang meleset dari kamu maka tidak akan mengena kamu.

Diriwayatkan dari Anas beliau berkata : aku berkhidmat melayani Rosulullah ﷺ selama 10 tahun, tidaklah Nabi Muhammad ﷺ mengutus aku didalam satu kebutuhan dan belum siap kecuali Nabi Muhammad ﷺ berkata : apa yang telah ditentukan Allah ﷻ pasti terjadi, dan apa yang telah ditaqdirkan Allah ﷻ juga pasti terjadi.

Didalam hadist Qudsi Allah ﷻ berfirman : Aku yang menciptakan kebaikan dan keburukan, maka beruntunglah bagi makhluk yang aku ciptakan untuk berbuat baik dan aku jalankan kebaikan atas kekuasaannya, dan celakalah bagi makhluk yang aku ciptakan untuk berbuat jelek dan aku jalankan kejelekan atas kekuasaannya,dan sungguh sangat-sangat celakah bagi orang yang berani berkata : kenapa dan bagaimana Allah ﷻ mentaqdirkan aku seperti ini ???

Sayyidina Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه pernah juga ditanya oleh seorang laki-laki tentang qodho’ dan qodar maka imam Ali tidak menghiraukannya, berpaling dari laki-laki tersebut, pertanyaan itu diajukan kepada Imam Ali sampai empat kali maka barulah imam Ali menanggapi pertanyaaan tersebut dan beliau bertanya ;

Sayyidina Ali : ketika Allah ﷻ menciptakan makhluknya apakah Allah ﷻ menciptakan kamu menurut kehendak kamu atau kehendak Allah ﷻ ?

Laki-laki penanya, menjawab: menurut kehendak Allah ﷻ

Sayyidina Ali bertanya kembali : Allah ﷻ menghidupkan kamu menurut kehendak kamu atau kehendaknya ?

Laki-laki penanya menjawab : menurut kehendak Allah ﷻ

Sayyidina Ali lanjut bertanya : Allah ﷻ mematikan kamu menurut kehendak kamu atau kehendaknya ?

Laki-laki penanya pun menjawab : menurut kehendak Allah ﷻ

Sayyidina Ali : Allah ﷻ membangkitkan kamu nanti dihari kiyamat menurut kehendak kamu atau kehendaknya?

Laki-laki penanya : menurut kehendak Allah swt.

Sayyidina Ali : Allah ﷻ akan menghisab kamu nanti dihari qiyamat menurut kehendak kamu atau kehendakNYA ???

Laki-laki penanya : menurut kehendak Allah ﷻ

Sayyidina Ali : kalau begitu, pergilah kamu sekarang, qodho’ dan qodar itu bukanlah urusan kamu sedikitpun.

Alhasil…

رفعت الأقلام وجفت الصحف..

Semua perbuatan makhluk dan apa yang terjadi bagi mereka dari manfaat dan mudhorrot itu sesuai dengan Ilmu Allah ﷻ , maka tidak bermanfaat sedikitpun kewaspadaan dari taqdir.

والله أعلم….

Di kutib dari kitab Al-jawahir Al-lu’luiyyah hal. 119-120 & Al-Majalisus-Saniyyah hal.10 )
     
       Sumber : Santri.net

#1

Untuk Diingat

Seorang guru memberi para siswanya tugas untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia. Saat sang guru memeriksanya, sebagian besar siswa menulis
7 Keajaiban Dunia :
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Candi Borobudur
Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama, hanya berbeda pada urutannya.
Sampai lembar yang paling akhir…, sang guru terdiam.
7 Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat
2. Bisa Mendengar
3. Bisa Bernafas
4. Bisa Merasakan
5. Bisa Tertawa
6. Bisa Mencintai, dan
7. Bisa menerima semuanya tanpa membayar….
Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran, menundukkan kepalanya dan berdoa...
Mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam dikelasnya yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu:
Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban. Keajaiban itu ada disekeliling kita untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI " !!!
Coba renungkan..
Saat kemarau kita ingin hujan
Dimusim hujan bertanya kapan kemarau ???
Waktu sunyi mencari keramaian.
Waktu ramai ingin cari ketenangan.
Ketika bujang mengeluh ingin menikah.
Sudah berkeluarga mengeluh belum miliki anak.
Setelah ada anak, mengeluh biaya hidup.
Ternyata, sesuatu NAMPAK INDAH karena BELUM KITA MILIKI...
Bilakah kebahagiaan akan diperoleh kalau kita senantiasa memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki...
Selembar daun kecil tidak dapat menutup bumi yang luas ini..
Tapi, kalau daun kecil ini melekat dimata kita, maka tertutuplah bumi dengan daun...
Begitu juga bila hati ditutupi fikiran buruk sekecil apapun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana, bumi ini sekalipun akan
nampak buruk...
Jadi, janganlah menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil.
Janganlah menutup hati kita dengan sebuah fikiran buruk, walaupun cuma seujung kuku.